Tatkala Doaku Tak Dikabulkan OlehNya
Diriku duduk dan berdiam diri di sudut taman sembari merenungi apa yang telah terjadi akhir-akhir ini. Rasa ingin meluapkan kemarahan yang amat mendalam, namun apa dayaku tak dapat meluapkannya. Air mataku pun menetes perlahan tanpaku sadari. Tiap tetes air mata yang jatuh bersamaan dengan air hujan yang turun semakin mengingatkanku tentang apa yang telah terjadi, tak kuasa diriku menahannya. Detik berubah menit lalu berubah jam namun diriku masih dengan kegiatan yang sama. Cukup untuk apa yang telah terjadi dan diriku mulai berpikir bahwa Tuhan tak pernah menjawab setiap doaku, diriku telah melakukan segala yang Ia perintahkan namun apa hasilnya? Semua menyakitkan bagiku sampai pada titik terendahku yaitu mulai menganggap bahwa Dia tidak ada. Dia tidak benar-benar menyayangi dan mengasihiku. Ia meninggalkan diriku sekarang, diriku terjebak dalam masa keterpurukan dimana diriku benar-benar kehilangan kendali akan diriku sendiri. Keterpurukan sedang diriku alami saat i...